ULTIMATUM PURBAYA KE BEA CUKAI: KALAU SATU TAHUN TIDAK BISA PERBAIKI KINERJA, DIBEKUKAN #7 (DIKSI PRESS RILIS)


ULTIMATUM PURBAYA KE BEA CUKAI:

KALAU SATU TAHUN TIDAK BISA PERBAIKI KINERJA, DIBEKUKAN

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, mengeluarkan ultimatum kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) untuk melakukan pembenahan total dalam kurun waktu satu tahun. Peringatan tersebut disampaikan sebagai bentuk respons atas berbagai keluhan publik serta evaluasi internal pemerintah terhadap kinerja institusi kepabeanan yang dinilai masih belum optimal.

Sebagai tindak lanjut dari peringatan tersebut, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah siap mengambil langkah tegas apabila perbaikan yang diharapkan tidak tercapai dalam batas waktu yang diberikan. Ia menyampaikan bahwa pembekuan DJBC menjadi opsi yang terbuka jika reformasi internal tidak menunjukkan hasil nyata. “Kalau Bea Cukai tidak bisa memperbaiki kinerjanya dan masyarakat masih tidak puas, Bea Cukai bisa dibekukan, diganti dengan SGS seperti zaman dulu lagi,” ujar Purbaya dalam rapat kerja dengan komisi XI DPR RI, Kamis (27/11/2025). Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan tata kelola kepabeanan berjalan lebih transparan dan mampu memulihkan kepercayaan publik.

Purbaya menyoroti menguatnya kembali citra negatif Bea Cukai yang dipicu oleh keluhan pelaku usaha dan pernyataan pedagang thrifting tentang dugaan biaya Rp 550 juta untuk meloloskan kontainer pakaian bekas sehingga menyeret keterlibatan oknum DJBC. Temuan lain juga terungkap saat inspeksi ke Kantor Bea Cukai Tipe Madya Pabean Tanjung Perak dan Balai Laboratorium Bea Cukai Kelas II Surabaya pada Selasa (11/11/2025). Ia menemukan laporan nilai impor yang tidak wajar, termasuk submersible pump yang tercatat hanya senilai 7 dollar AS atau sekitar 117 ribu, Padahal harga pasar produk Rp 40 juta hingga Rp 50 juta per unit sehingga Purbaya menilai selisih sebagai indikasi underinvoicing. Ketidakselarasan data tersebut memperkuat kekhawatiran pelaku usaha bahwa sistem pengawasan DJBC masih memiliki celah signifikan. Temuan ini semakin menegaskan urgensi bagi DJBC untuk segera memperbaiki mekanisme pemeriksaan dan meningkatkan transparansi, agar reputasi serta kepercayaan publik tidak semakin terkikis.

Purbaya menyampaikan bahwa ia telah mengumpulkan pimpinan dan staf Bea Cukai untuk membahas reformasi, sambil mengingatkan bahwa pembekuan seperti pada era orde baru, ketika tugas Bea Cukai dialihkan kepada Societe Generale de Surveillance (SGS) dapat terulang apabila perbaikan tidak dilaksanakan. Ultimatum tersebut membawa konsekuensi serius karena sekitar 16 ribu pegawai Bea Cukai terancam dirumahkan apabila DJBC tidak mampu memenuhi tenggat perbaikan kerja sehingga menambah tekanan bagi lembaga tersebut untuk menunjukkan komitmen terhadap pembenahan tata kelola dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

 

Referensi

https://money.kompas.com/read/2025/11/28/083342826/ultimatum-purbaya-ke-bea-cukai-16000-pegawai-terancam-dirumahkan

https://ulasan.co/purbaya-ultimatum-bea-cukai-satu-tahun-berbenah-atau-dibekukan/

https://m.goriau.com/berita/baca/purbaya-ultimatum-bea-cukai-satu-tahun-berbenah-atau-dibekukan.html

https://www.detik.com/jatim/berita/d-8231652/purbaya-ancam-bekukan-bea-cukai-ini-alasan-utamanya

https://www.bandungtv.id/ekonomi/109016332026/purbaya-ultimatum-bea-cukai-setahun-berbenah-atau-dibekukan-16-ribu-pegawai-terancam-dirumahkan

 

#HIMADIKSI2025

#DIKSITHEREALFAMILY

#HARMONIEKSPLORA